Senin, 01 November 2010

Cerita 21

Ketika Joni dua satu dan Susi sembilan belas,
hidup sedang bergegas di reruntuh ruang kelas
kota-kota menjalar liar dan rumah terkurung dalam kotak gelas,
dingin dan cemas.
Namaku Joni,
namamu Susi.
Namamu Joni,
namaku Susi.

(Intro, Melancholic Bitch)

Ahay, sejak 25 Oktober 2010 saya sudah seusia Joni. Tapi semoga saya lebih beruntung daripada Joni yang diceritakan menjadi korban amuk massa pada lagu “Apel Adam.” Joni dihajar massa setelah ketahuan mencuri roti untuk Susi yang sedang sakit.

Saya sendiri tidak tahu mengapa saya bisa tergila-gila pada Melancholic Bitch, band indie dari Jogjakarta. Melancholic Bitch telah menjadi salah satu band yang paling saya sukai, selain Linkin Park dan Green Day. Tapi kali ini saya bukan akan berbicara soal musik.

Ini bukan hanya cerita tentang hari dimana saya mulai berusia dua puluh satu tahun. Ini sedikit penggalan cerita mengenai apa yang sudah terjadi selama hidup saya yang kini telah dua satu. Hanya sedikit.

Menurut saya dan beberapa teman dekat, saya termasuk anak yang introvert. Berdasarkan yang saya pelajari selama Blok Kesehatan Jiwa, tipe kepribadian introvert bukan lah sesuatu yang baik. Seingat saya, orang introvert cenderung kesulitan membuka diri dan berbicara pada orang lain tentang masalah yang ia hadapi. Ia lebih banyak memendamnya sendiri sehingga sering kali tidak mendapatkan solusi yang tepat. Ini membuat orang introvert lebih mudah terjangkit depresi.

Selama ini saya berusaha menganalisis apa yang membuat saya menjadi seorang introvert. Lalu saya menemukan kemungkinan penyebabnya dalam kepingan puzzle masa kecil saya. Terus terang, ini bukan peristiwa yang pernah saya ceritakan kepada siapa pun, walaupun tentu saja keluarga saya mengetahuinya.

Tidak banyak hal yang bisa saya ingat ketika saya balita. Tapi peristiwa itu tidak bisa dilupakan. Ketika kecil saya dan kakak diasuh oleh seorang pembantu karena mama dan papa bekerja sejak pagi hingga sore. Waktu itu kami sekeluarga masih tinggal di Cilacap. Saat itu kalau tidak salah kakak masih TK dan saya belum sekolah.

Pada suatu siang, pembantu kami mengurung saya dan kakak di dalam kamar yang gelap dan menguncinya dari luar. Kami yang masih kecil begitu ketakutan dan menangis. Tapi pembantu itu tidak membukakan pintu sampai waktu yang cukup lama. Saya lupa siapa yang bercerita pada saya ketika saya sudah cukup besar. Katanya waktu itu pembantu kami sedang pacaran.

Lalu pernah juga pembantu itu memecahkan asbak secara tidak sengaja. Ia menggunakan beling pecahan asbak untuk melukai tangan kakak dan mengatakan pada orang tua kami kalau kakak yang memecahkan asbak saat bermain. Saya kurang paham tentang psikologi, tetapi mungkin apa yang dilakukan pembantu kami tergolong child abuse. Dan itu cukup membekas dalam hidup saya.

Saya tidak ingat kapan orang tua saya memberhentikan pembantu itu. Kalau tidak salah, setelah tetangga kami banyak bercerita tentang kelakuannya. Sedikit ingatan itu membuat saya mengerti mengapa saya benci mati lampu dan tidak suka pada ruangan yang sama sekali gelap. Walaupun terkadang saya mematikan lampu kamar saat tidur, tapi biasanya saya membiarkan laptop atau televisi tetap menyala sebagai penerangan. Tentu saja, itu menjadi salah satu dosa saya pada bumi karena tidak hemat energi listrik.

Saya sangat suka menggambar dan mempunyai dua buku sketsa. Bagi saya buku sketsa terkadang mirip seperti buku harian, sama-sama menjadi tempat penampungan “sampah” pemikiran dan perasaan. Bedanya, buku sketsa menampung sampah-sampah dalam wujud visual. Pada salah satu buku sketsa, ada sebuah gambar tangan yang berdarah-darah. Itu gambar lama dan saya tidak ingat kapan dan mengapa saya menggambar itu. Lagi-lagi saya mengacu pada ingatan masa kecil itu, mungkin kejadian itu masih mempengaruhi alam bawah sadar saya.

Akhirnya sejak kecil saya tidak terbiasa bicara pada orang dewasa (termasuk orang tua saya) karena takut. Ada beberapa hal lagi yang tidak bisa saya ceritakan di sini, hal-hal yang juga membuat saya tidak biasa bicara pada orang lain. Mungkin dan hanya mungkin (perlu serangkaian tes dan analisis yang lebih dalam untuk memastikannya), peristiwa-peristiwa tadi menjadi salah satu faktor pendorong yang membuat saya menjadi seorang introvert.

Saya tidak pandai bicara pada orang lain, sering tidak bisa menyampaikan dengan baik apa yang saya rasakan. Kata orang pola komunikasi saya buruk. Karena tidak bisa berkomunikasi verbal dengan baik, saya mengalihkannya pada tulisan dan gambar. Itu sebabnya saya suka sekali menulis dan menggambar, menyukai hal-hal yang tidak verbal. Itu juga yang membuat saya sulit lepas dari buku harian dan buku sketsa.

Seorang sahabat yang sudah saya kenal sejak SMP pernah memarahi sikap introvert saya. Katanya dia tidak pernah tahu apa yang terjadi pada saya, hanya mendapati saya sudah “jatuh” tanpa tahu bagaimana saya bisa terjatuh. Itu membuatnya kesal, ia merasa tidak dianggap sebagai seorang sahabat.

Tetapi ada banyak peristiwa yang menyadarkan saya untuk berubah. Peristiwa-peristiwa yang belum lama terjadi. Oleh karena kejadian-kejadian itu, sejak beberapa bulan lalu saya mencoba berubah, berusaha keras untuk belajar terbuka pada orang lain. Sejauh ini tidak mudah, karena memang tidak terbiasa. Butuh usaha keras untuk berbagi apa yang saya rasakan kepada orang lain, mencoba memperbaiki pola komunikasi saya. Mendobrak suatu kebiasaan yang sudah mengakar memang sulit. Jika saya menceritakan sesuatu yang menurut saya penting kepada seseorang, itu artinya saya telah mempercayai orang tersebut. Betapa menaruh kepercayaan juga bukan hal mudah untuk saya.

Terbuka pada orang lain ternyata sangat bermanfaat. Membagi apa yang dirasakan bisa meringankan beban dan sering kali masalah saya terselesaikan dengan baik. Ternyata jadi seorang yang mendapat kepercayaan sebagai tempat berbagi pun menjadi kebahagiaan tersendiri. Setidaknya begitu lah kata beberapa orang yang telah saya percayai.

***

Senin 25 Oktober 2010 menjadi hari ketika saya genap dua puluh satu tahun. Saya bukan tipe orang yang mengistimewakan hari ulang tahun. Bagi saya hari ulang tahun tetap seperti hari-hari lainnya. Hanya sedikit berbeda karena pada hari itu Tuhan menciptakan selembar kertas dan menuliskan nama saya pada sudut kanan atasnya. Kertas yang lalu diisi dengan tulisan, coretan, goresan dan tumpahan-tumpahan cat air di sana-sini ; sebuah analogi tentang hidup. Saya bersyukur untuk semua yang telah Tuhan berikan.

Karena tidak mengistimewakan hari ulang tahun, hal-hal sederhana yang dilakukan oleh orang-orang dekat sudah membuat saya merasa sangat senang. Telepon dan pesan singkat yang mengucapkan selamat ulang tahun pada pukul 00.00 WIB, aliran ucapan selamat ulang tahun dari ponsel dan Facebook, apalagi jika diberi mawar atau teddy bear. Saya sangat berterima kasih untuk orang-orang yang serupa malaikat baik, awan naungan dari matari yang terik. Orang-orang yang telah ikut mewarnai dan menjaga selembar kertas yang bertuliskan namaku pada sudut kanan atasnya. Sungguh, saya menyayangi kalian dalam segala musim.

Apa yang saya dapatkan pada 25 Oktober 2010 benar-benar unik. Selesai tutorial, seorang teman kampus yang tergabung dalam kelompok tutorial yang sama dengan saya memberi sepuluh lilin warna-warni tanpa kue. Hanya lilin saja ! Saya susah payah menahan tawa yang sudah mau meledak. Hal paling unik yang pernah terjadi pada hari ulang tahun saya. Terima kasih ya, kawan :D
Lalu selepas magrib mama, papa dan kakak mengunjungi saya di Jogja. Mereka dari rumah nenek di Magelang, mampir ke Jogja sebelum pulang ke Purwokerto. Bagi saya ini sangat istimewa karena untuk pertama kalinya kami berkumpul di hari ulang tahun saya sejak saya merantu ke Jogja pada 2007. Hari itu semakin istimewa karena kami sekeluarga sempat makan bersama.
Saya, papa dan mama


Saya dan kakak. Orang bilang kami tidak begitu mirip

***

Setiap orang bergantung pada hatinya masing-masing. Dan hidup adalah perca yang ingin kuselesaikan…

8 komentar:

  1. dari segi teknis, "cerpen" ini akan lebih utuh jika kesukaan pada Melancholic Bitch--yang entah mengapa--menemukan kembali relevansinya di akhir cerita..

    BalasHapus
  2. Tika, meski telat (apa boleh bikin, aku jarang sekali blogwalking): Happy belated birthday ya. Semoga usia duasatu-mu makin membawamu terbuka seperti daun jendela berpintu dua. Suka tulisanmu!

    BalasHapus
  3. Terima kasih banyak, Mas Fahri. Aku selalu merasa tersanjung kalau salah satu guru menulisku ini menyukai tulisanku..hehehe

    BalasHapus
  4. Situs Poker 100% ANTI BOT !!! TANPA RIBET !!!
    Dengan RATING KEMENANGAN PALING TINGGI & GOLD JACKPOT!
    Minimal Deposit Hanya Rp. 15.000,-
    BCA / MANDIRI / BRI / BNI / DANAMON
    Hanya dengan 1 User ID sudah bisa SEMUA PERMAINAN
    ~ POKER | BANDAR Q | CAPSASUSUN | ADU Q | DOMINO 99 | SAKONG | BANDAR 66 ~
    BONUS :::
    - Cashback 0.5% Setiap RABU DAN SABTU !!!
    - Referral sampai dengan 20% SEUMUR HIDUP !!!
    WEB ::: SENYUM88 .COM
    BBm ::: Senyumqq [custom pin]
    WA ::: +855.155.907.51

    #senyumqq #pokeronline #pokerindonesia
    #pokeruangasli #situspokeronline #agenpokeronline
    #bandarpokeronline #situsjudionline #texaspoker
    #domino #domino99 #dominoqiuqiu #dominoqq
    #bandarceme #cemekeliling #capsasusun #livepoker
    #livecasino #freechip #bonusdeposit #bonusterbesar #pokerterbesar #pokerterpercaya #pokerterbaik

    Situs Poker 100% ANTI BOT !!! TANPA RIBET !!!
    Dengan RATING KEMENANGAN PALING TINGGI & GOLD JACKPOT!
    Minimal Deposit Hanya Rp. 15.000,-

    WEB ::: SENYUM88 .COM
    BBm ::: Senyumqq [custom pin]
    WA ::: +855.155.907.51

    BalasHapus